Benarkah
Jilbab hanya Milik Ummat Islam?. Bagi sebagian orang yang buta informasi,
mungkin pertanyaan semacam ini merupakan pertanyaan untuk orang bodoh. Karna
pertanyaan seperti itu sudah pasti jawabannya iya. Orang yang berjilbab pasti
muslim atau orang muslim pasti memakai jilbab. Kalau orang muslim tidak memakai
jilbab berarti dia bukan muslim dan kalau dia bukan muslim maka dia bukan teman
kita. jika demikian, akan bermunculan perdebatan dan tindakan yang menafikan
keberagaman dan membelenggu hak asasi manusia. Padahal, jikalau kita bukan
teman sesama muslim, kita masih bisa menjadikan orang yang berbeda dengan kita
sebagai teman sesame bangsa Indonesia untuk kita warga Indonesia ataupun kalau
bukan orang Indonesia kita adalah teman sesame manusia.
Sekarang
ini, jilbab sering dipersepsikan sebagai sesuatu yang eksklusif dan tidak bisa
menerima sekaligus diterima dalam suatu perbedaan. Padahal sama-sama jilbab,
perbedaannya hanya pada fungsinya saja. Apalah arti perbedaan itu jikalau masih
ada persamaan?
Pada awalnya istilah jilbab di Indonesia
dikenal sebagai kerudung untuk menutupi kepala (rambut) wanita. Di beberapa
negara Islam, pakaian sejenis jilbab dikenal dengan beberapa istilah, seperti pardeh
di India, charshaf
di Turki, dan Pakistan, milayat di Libya, abaya
di Irak, dan hijb di beberapa negara Arab-Afrika
seperti di Mesir, Sudan, dan Yaman. Terlepas dari istilah yang digunakan,
sebenarnya konsep hijb bukanlah milik Islam saja.
Seperti halnya dalam kitab Taurat, kitab suci agama Yahudi, sudah dikenal
beberapa istilah yang semakna dengan hijb seperti tiferet.
Demikian pula dalam kitab Injil yang merupakan kitab suci agama Nasrani
(Kristen dan Katolik) juga ditemukan istilah semakna. Misalnya istilah zammah,
realah, zaif dan mitpahat.
Orang-orang Kristen ortodoks juga menggunakan jilbab, kaum Zoroaster, kaum
amish dll.
Ketika kita melabelkan bahwa jilbab itu hanya
milik Islam itu berarti kita telah melakukan suatu kedzaliman yang besar.
Karena, pemakaian jilbab tidak hanya untuk orang Islam saja. Tetapi,
agama-agama lain pun memakainya. Berhentilah memberi label jilbab milik orang
Islam untuk menghargai agama-agama di luar Islam yang juga menggunakan jilbab.
Dengan kita menghargai orang lain di luar agama kita maka kita pun akan
dihargai oleh orang lain.
