Fenomena yang terjadi beberapa tahun yang lalu kembali didengungkan. Persoalan yang sangat remeh justru menjadi viral.
Mungkin jika itu ramai dikalangan anak-anak, tak masalah. Pasalnya, anak-anak kehilangan haknya, khususnya dalam tayangan televisi. Mereka jenuh. yang seharusnya mereka dapatkan tayangan yang sesuai untuk mereka, malah yang terjadi sebaliknya. Isinya tentang cinta, pacaran, kekerasan dalam rumah tangga dsb. Terlebih, berita-berita yang disodorkan peliknya situasi politik, kekerasan, pencurian, pencabulan, narkoba dan berbagai kejahatan lainnya
Tapi, ini ramai juga dikalangan orang dewasa! Meskipun tidak semuanya, tapi pada intinya orang dewasa pun ikut mendengungkan om telolet.
Dalam hitungan menit, puluhan orang khususnya dalam lingkar pertemanan saya, ramai menbroadcast om telolet dalam group-group whats app, twitter, facebook dan berbagai jejaring sosial lainnya. Ini aneh!
Apa tidak ada sesuatu hal lain yang Lebih produktif atau lebih bermanfaat untuk di dengungkan?
Sebagaimana keturunan ideologis kartosuwiryo, yang ingin menjadikan Indonesia sebagai negara Islam mereka dengungkan "takbir" versi mereka dengan tujuan melenyapkan orang-orang yang tidak sefaham dengan mereka. Maka, yang harus kita dengungkan adalah antitesa dari pemikiran mereka.
Menghargai yang berbeda dengan kita! Negara yang menjunjung tinggi Pancasila!
Namun, tidak menutup kemungkinan bahwa, booming-nya telolet ini karena jenuhnya masyarakat dalam menghadapi peliknya situasi politik di Indonesia ini. Khususnya urusan Ibu Kota! Dari yang tidak terbiasa mikir sampai pemikir, semua ikut andil dalam persoalan Ibu kota! Dahsyat bukan?
Semoga om telolet ini, hanya mengisi ruang kejenuhan masyarakat dalam sesaat. Bukan malah melupakan persoalan yang lebih penting dibanding dengan persoalan remeh ini.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar