Tulisan ini saya tulis saat peringatan RA Kartini, 2015 lalu. slamat membaca, smoga bermanfaat :)
#latepost
Segala puji bagi Allah yang
telah merahmati bangsa kita Indonesia sebagai bangsa yang memiliki banyak
perbedaan namun sejatinya adalah satu, “Bhineka Tunggal Ika”.
Kita perlu bangga menjadi bangsa Indonesia. Bangsa yang kaya akan
sumber daya alam, serta kaya akan kebudayaan. Kita bisa melihat dari sabang
sampai merauke, baju-baju batik kita, alat-alat musik kita, lagu-lagu daerah
kita, dan bahasa-bahasa setiap daerah. Namun demikian, kita mempunyai banyak
persatuan. Kita menjadi satu sebagai
bangsa Indonesia dengan bahasa yang satu, bahasa Indonesia, ideologi yang satu-
ideologi Pancasila. Di Indonesia inilah lahir para pejuang bangsa baik
laki-laki maupun perempuan.
Hari
ini, kurang lebih 136 tahun yang lalu, tepatnya tanggal 21 April 1879 di Jepara
lahirlah putri bangsa dari kalangan priyayi atau kelas bangsawan jawa yang
bernama RA Kartini. Beliau dikenal sebagai seorang tokoh suku Jawa dan Pahlawan Nasional
Indonesia. Beliau
merupakan sosok pelopor kebangkitan perempuan pribumi.
Apa yang diperjuangkan kartini?
Pada
zaman kartini, rakyat Indonesia tidak diperbolehkan untuk bersekolah. Pengetahuan
mereka hanya berkisar seputar kehidupan petani dan bekerja hanya pada hal yang
berhubungan dengan pekerjaan rumah tangga. Hanya golongan atau keturunan
bangsawan sajalah yang bisa bersekolah. Itu pun tidak sampai pada jenjang yang
tinggi.
Kondisi
sosial saat itu, terutama tentang kondisi perempuan pribumi sangat
memprihatinkan. Sebagian besar budaya di Jawa dipandang sebagai penghambat
kemajuan perempuan.
Penderitaan
perempuan Jawa akibat kungkungan adat, yaitu tidak bisa bebas duduk di bangku
sekolah, harus dipingit, tidak bisa bermain, harus belajar menjahit, mencuci,
memasak dan belajar pekerjaan rumah tangga lainnya.
Melihat
keadaan yang seperti itu, timbul keinginan Kartini dari hati terdalamnya untuk
membuat masyarakat Indonesia mempunyai persamaan hak terutama dalam hal
pendidikan. Tidak terkungkung oleh aturan adat dan bisa memperoleh pendidikan
yang bagus, hingga pada akhirnya mereka bisa menjadi masyarakat yang tangguh
dan bisa mempersembahkan yang terbaik untuk bangsa Indonesia tercinta.
Oleh
karena itu, Kartini ingin wanita memiliki kebebasan menuntut ilmu dan belajar.
Kartini menulis ide dan cita-citanya atas dasar yaitu Ketuhanan, Kebijaksanaan
dan Keindahan) ditambah dengan peri kemanusiaan cinta tanah air.
Awalnya,
Kartini dilarang ayahnya untuk sekolah, sebagaimana adat Jawa pada waktu itu
yang masih membedakan antara kaum perempuan dengan kaum laki-laki. Tetapi tekad
Kartini untuk memajukan orang Indonesia sangat kuat . Karena tekadnya yang
sudah bulat untuk memajukan bangsa Indonesia, Kartini pun memutuskan untuk
mengajar orang-orang desa tersebut.
Pada
akhirnya perjuangan Kartini berhasil. Semua rakyat menjadi bersuka cita karena
terlepas dari kebodohan. Mereka bisa menuntut ilmu atau belajar sampai ke
jenjang pendidikan yang lebih tinggi. Hal ini bisa dilihat pada kehidupan
masyarakat Indonesia pada saat ini yang sudah semakin maju dari tahun ke tahun.
Dengan
pendidikan yang baik ini, hampir dijumpai di setiap bidang kehidupan tidak
terlepas dari berbagai profesi pendidikan yang membuat bangsa ini semakin maju
dari waktu ke waktu. Selain itu, perempuan juga dapat belajar seperti halnya
laki-laki.
Apa
yang harus kita teladani?
Atas
jasa yang diberikan kartini kepada bangsa Indonesia inilah yang menjadikan
seluruh bangsa Indonesia mengenang dan memperingati kelahiran kartini dengan
tujuan menteladani jasa kartini tersebut.
Namun
demikian, banyak sekali yang merayakan hari kartini dengan perayaan busana
kartini, model kebaya kartini lengkap dengan sanggul khas jawanya tanpa
menghadirkan jiwa kartini dan nilai-nilai yang diperjuangkan kartini. Sehingga,
yang terpatri pada anak-anak bangsa kita ini hanyalah sosok tokoh kartini
berkebaya dan bersanggul. Begitu murahkah perjuangan kartini sehingga dapat
ditukar dengan kebaya dan sanggul yang dikenakan saat itu? kemanakah
nilai-nilai perjuangannya?. Beginilah jikalau hanya menteladani sosok kartini
sebagai tokoh saja, bukan kartini sebagai sosok wanita yang memperjuangkan
kartini. jikalau hanya tokohnya saja yang ditampilkan, maka yang terjadi nilai
perjuangan tak tersampaikan. Namun, jika nilai-nilai perjuangan kartini yang
ditampilkan maka perjuangan kartinipun memancar.
Maka,
teladani perjuangan kartini. Hiduplah sebagai kartini pembawa kebangkitan kaum
perempuan. Berjuanglah untuk bangsa. Bersatulah antar bangsa Indonesia. Musuh
terbesar kita adalah kebodohan dan kemiskinan, maka lawalah atas nama bangsa,
Bangsa yang bertanah air satu, TANAH AIR INDONESIA.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar