Sebuah
renungan yang perlu kita resapi dan fikirkan. Mungkin saja ini terjadi pada
diri kita, keluarga kita ataupun teman kita.
suatu
hari ada satu rombongan keluarga yang ingin pergi bertamasya.
Dalam perjalanan
melewati tol, di depan mobil mereka ada kecelakaan. Seketika itu, rombongan
keluarga yang ingin bertamasya tersebut berhenti dan turun. Ketika turun
seorang lelaki, ia dapati di dalam mobil itu seorang ibu-ibu yang mengalami
luka parah. "Sungguh kasihan ibu itu", ucap seorang lelaki
dari rombongan yang turun tersebut dalam hati. Sempat ada niatan untuk
menolong. Sebelum menolong, ia tanya terlebih dahulu, karena lelaki itu takut
si ibu bukan orang islam. "Maaf, agama ibu apa?" ,Tanya si lelaki
yang ingin menolong. "Saya islam", jawab si ibu. "Okke saya akan
mnolong ibu", eh tapi ibu islam apa?". Si ibu menjawab"saya
sunni pak". "okke satu faham, tapi ibu suni apa ya? Muhammadiyah atau
Nu?" Tanya lagi si lelaki itu. Belum sempat si ibu menjawab, karena
lukanya begitu parah, yang seharusnya butuh pertolongan cepat, akhirnya tak
tertolong.
Sungguh
miris jika hal demikian sampai terjadi dalam kehidupan ini. Bayangkan saja jika
setiap orang yang sangat butuh pertolongan harus dengan syarat, Apa yang yang
terjadi? Jika menolong orang membutuhkan syarat lalu, apa makna sebuah kebaikan?
Padahal Tuhan memberikan kita kebaikan tanpa syarat, mengapa kita begitu
angkuhnya menolong tapi harus dengan syarat?
Tidak ada komentar:
Posting Komentar