Sebagian orang lupa akan keadaan dirinya, hingga ia sibuk menilai kesalahan
orang lain tanpa mau melihat dirinya. Mengkorek seluruh kejelekan orang lain
sedalam-dalamnya hingga ia merasa seperti Tuhan. Kenapa kita katakan merasa
seperti Tuhan? Karna didunia ini yang berhak menilai manusia adalah Tuhan dan
yang berhak menghukum manusia pun hanya Tuhan. Kenapa? Karna dia yang
menciptakan manusia. DIA pun berfirman bahwa semua manusia itu sama, yang
menjadi pembeda tinggi rendah derajat manusia dihadapan-Nya hanyalah
ketakwaannya.Siapalah kita sebagai sesama ciptaan-Nya berani mengambil alih kekuasaan-Nya dalam penilaian bahkan penghukuman pada sesama?. Dalam hal ini, agaknya kita perlu bercermin, melihat diri seperti apakah diri kita sesungguhnya?. Perlu sadar akan diri kita. Ketika kita melihat orang lain berbeda dengan kita, kita tak perlu memberikan penghukuman, yang harus kita lakukan adalah apakah keyakinan kita sudah benar? Dari mana kita meyakini bahwa keyakinan kita benar dan keyakinan orang yang berbeda dengan kita ini salah? Padahal Tuhan pun tak mendeklarasikam bahwa keyakinan seperti ini salah dan seperti itu benar. "Heloooowww itu di akhir kiamat nanti, bukan sekarang".
Kenapa kita mau bersusah payah mengurusi orang hingga menghukumi orang yang berbeda dengan kita sebagai sebuah dosa, padahal kita nantinya di akhir kehidupan, seluruh amal kita dipertanggung jawabkan... lebih baik kita memperbaiki diri, kalau kata orang jawa "ngacao" biar tahu kekurangannya apa.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar